Ukuran Ideal Area Resepsionis di Gedung Perkantoran Kota

Sebuah gedung perkantoran biasanya terdiri dari beberapa ruangan. Ruang-ruang tersebut dipisahkan satu dengan yang lain menggunakan tembok ataupun partisi gypsum. Setiap ruangan memiliki fungsi sendiri-sendiri. Seperti ruang direktur, ruang manager, ruang rapat, ruang training, ruang administrasi dan lain sebagainya.

Masing-masing perusahaan memiliki berbagai jenis area ruangan yang berbeda. Tergantung kebutuhan tiap-tiap perusahaan. Namun, umumnya perusahaan akan memiliki area resepsionis di gedung kantornya.

Istilah resepsionis pastilah tidak asing lagi bagi Anda. Resepsionis merupakan orang yang bertugas menerima dan menyambut tamu yang datang berkunjung. Resepsionis biasanya terdapat pada hotel, café, restoran, rumah sakit atau gedung perkantoran. Resepsionis bertugas untuk memberikan kesan yang baik bagi para pengunjung yang datang.

Di samping harus siap menyambut dan membantu kebutuhan pengunjung, resepsionis juga harus mampu menjaga citra perusahaan. Karena tidak jarang, layanan yang kurang baik dari seorang resepsionis dapat mencoreng nama baik perusahaan.

Letak Area Resepsionis

Area Resepsionis biasanya berada di lobby perusahaan. Kita akan mendapati meja resepsionis berada tidak jauh dari pintu masuk utama. Karena tugas utama resepsionis adalah menyambut dan membantu pengunjung. Oleh karena itu, area resepsionis harus mudah dilihat dan dijangkau oleh para pengunjung. Baik pengunjung yang sudah biasa (reguler), atau pengunjung yang baru pertama kali datang (tamu). Setidaknya, area resepsionis harus sudah terlihat pada saat melewati pintu masuk utama.

Area lantai gedung perkantoran yang disewa oleh vendor atau perusahahaan, biasanya  dibagi lagi menjadi beberapa bagian kantor dengan dipisahkan menggunakan partisi gypsum. Namun khusus area resepsionis, letaknya terpisah dari semua ruang-ruang kantor lainnya. Karena dari ruang resepsionis tersebut, barulah tamu kemudian dipersilahkan masuk menuju ruangan lain sesuai kepentingannya.

Luas Area Resepsionis

Resepsionis biasanya berupa meja penerima tamu. Meja resepsionis harus dapat menampung telepon, komputer, printer, serta berbagai alat tulis kantor lainnya yang diperlukan. Memang umumnya area resepsionis di lobby gedung perusahaan berfungsi melayani pengunjung namun, tidak jarang resepsionis juga menjadi area penerimaan paket atau kiriman lain yang ditujukan kepada pegawai kantor. Oleh karena itu, terkadang area resepsionis juga membutuhkan area yang lebih besar.

 

Area resepsionis pada gedung-gedung perkantoran yang disewakan, terdiri dari dua jenis :

  1. Area resepsionis pertama, terletak di lantai dasar. Berupa area resepsionis umum yang disediakan developer gedung dan melayani seluruh pengunjung yang datang ke gedung tersebut. Di sini biasanya pengunjung mengisi buku tamu dan diberikan kartu akses.
  2. Area resepsionis kedua, adalah area resepsionis khusus yang disediakan masing-masing perusahaan yang menyewa area gedung.  Misalnya, jika perusahaan / vendor yang menyewa gedung terletak di lantai 18, maka resepsionis khusus perusahaan tersebut akan berada di lantai 18 sebelum memasuki area kantor yang lainnya.

 

Tidak ada aturan khusus mengenai seberapa besar luas ukuran area resepsionis yang ideal bagi sebuah kantor perusahaan. Yang pasti, minimal area resepsionis adalah meliputi meja dan kursi penerima tamu. Tentu saja ukuran dan jenis meja penerima tamu juga beragam.

Baca juga: 5 Tips Wajib Diketahui Agar Mendapatkan Harga Pintu Kaca Murah dan Berkualitas

Minimal meja resepsionis berupa meja kantor satu biro atau 140 cm. Namun semakin besar perusahaan berarti semakin sibuk dan semakin banyak pengunjung yang datang, maka semakin luas juga area resepsionis yang harus disediakan.

Sebuah perusahaan yang memiliki kantor dengan luas ruangan terbatas, biasanya partisi gypsum menjadi pilihan untuk memisahkan area resepsionis dengan area kantor lain. Tentu saja, jika dibandingkan dengan membangun dinding pembatas ruangan dari tembok, harga partisi gypsum murah. Dinding gypsum juga lebih praktis, sehingga tidak akan memakan waktu lama untuk diterapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *